PETUGAS UNGKAP PERDAGANGAN OFFSET HARIMAU

STFJ/Regina Safri

STFJ,Jambi-Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi bekerja sama dengan Polda Jambi berhasil menangkap tangan pedagang kulit harimau di Jembatan Sungai Kumpe, Kabupaten Muaro Jambi pada Rabu (14/04/2015) dinihari. Dari dua tersangka yaitu Y (60) dan IK (44), disita offset seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang akan dijual.

Setelah ditangkap kedua tersangka langsung digiring ke Polda Jambi. Dari keterangan yang diberikan, diketahui ternyata tersangka IK adalah staf Balai Taman Nasional Berbak (TNB), Jambi.

 Offset harimau sepanjang sekitar 1 meter tersebut adalah milik A (57),seorang guru sekolah dasar di Kabupaten Muaro Jambi. A kemudian meminta Y yang juga adalah kenalannya untuk mencarikan pembeli offset harimau yang dimilikinya. Karena Y sedang membutuhkan uang untuk berobat ia menyanggupi tawaran A dan meminta tolong pada IK, yang sering menginap di rumah Y untuk menemaninya membawa offset harimau tersebut. Pihak TNB memperkirakan usia offset harimau tersebut sekitar 30 tahun.

Penangkapan tersebut adalah operasi tangkap tangan ketiga selama tahun 2015. Operasi tangkap tangan sebelumnya dilakukan di Kabupaten Kerinci pada pertengahan bulan Maret lalu. Dari operasi ini Balai Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan Polres Kerinci berhasil menggagalkan perdagangan kulit harimau dari 2 orang tersangka yaitu S (38) dan anaknya, RES(20) warga desa Pungut Mudik, Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci, Jambi.

Dari operasi tangkap tangan ini TNKS dan Polres Kerinci berhasil selembar kulit harimau dengan ukuran panjang 143 cm beserta tulangnya. Harimau ini berjenis kelamin betina dan diperkirakan berumur 6 – 7 tahun.

Kebijakan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2014-2019 Ditjen PHKA KLHK menargetkan untuk meningkatkan populasi harimau sumatra sebesar 10% dari populasi yang ada saat ini.

Sebuah target yang membutuhkan komitmen besar dari pemerintah dan berbagai pihak, mengingat saat ini kondisi harimau sumatra di habitatnya menghadapi begitu banyak ancaman, mulai dari perburuan harimau dan satwa mangsanya hingga konversi habitat harimau menjadi pemukiman, pertambangan dan perkebunan.

Harimau sumatra adalah satu-satunya jenis harimau di Indonesia yang masih tersisa. Dari hasil survey populasi di TNKS diperkirakan terdapat sebanyak 160-an individu harimau sumatra. STFJ/sumber